Tren pergerakan dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus meningkat. Dalam satu bulan terakhir mata uang asing masih menekan rupiah.
Tercatat, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir berada di level Rp 16.000 ke atas. Kondisi ini sedikit banyak bakal memengaruhi industri otomotif.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS salah satunya bisa berdampak pada naiknya harga kendaraan.
Meski begitu, PT Astra Honda Motor (AHM) menyatakan bahwa harga motor tidak serta-merta naik ketika dollar AS menguat.
Octavianus Dwi Putro, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, mengatakan, perusahaan masih berusaha mengantisipasi kenaikan harga motor.
“Kalau harga ke konsumen, kemudian benefit atau value ke konsumen, kami pertahankan itu yang terbaik,” ujar Octa di Jakarta, Jumat (28/3/2025).
“Meskipun kami tidak bisa menampik, bahwa yang namanya dollar akan berdampak pada kenaikan material, cost, dan lain sebagainya,” kata dia.
Octa mengaku bahwa pihaknya masih menghitung berapa besar kenaikan harga motor ketika dollar AS terus menguat.
“Kenaikan nanti akan ada banyak faktor, bukan hanya material cost. Nanti ada biaya, misalkan untuk surat-surat, BBNKB, dan segala macam itu,” ucap Octa.
“Penyesuaiannya lebih ke sana, jadi kami berusaha memberikan yang terbaik buat konsumen dalam situasi yang tidak mudah ini,” ujarnya.